berbagai kelebihan Monitor LCD Wide dibanding Monitor CRT


Dengan menggunakan monitor LCD wide, proses kerja multi aplikasi akan sangat terbantu, apalagi dengan spesifikasi komputer saat ini yang semakin canggih dan menjalankan beberapa aplikasi sekaligus bukan lagi menjadi persoalan.

Bagi yang beban kerja office-nya sangat besar, terutama aplikasi spreadsheet, monitor LCD wide akan sangat menguntungkan karena prosentase scrolling atau menggeser layar pada saat bidang lembar kerja (worksheet) sudah penuh jika menggunakan monitor non-wide bisa diperkecil. Dengan kelegaan ruang kerja pada monitor, saya yakin kinerja kita juga akan semakin tinggi tanpa harus membuang waktu menggeser scrollbar ke samping. Paling-paling, beban otot kita tambah tinggi mengingat kita harus lebih sering melirik ke kanan atau ke kiri dan tidak sampai harus menengokkan kepala (lain persoalan kalau monitor yang digunakan lebih besar dari 21″, ha ha ha). Sebagai gambaran, jika kita menggunakan monitor LCD wide 19″, membuka 2 jendela aplikasi ms. word sekaligus akan memberikan bidang layar seukuran 2 kertas A4 yang yang diletakkan bersebelahan.

Kelebihan yang kedua adalah space atau ruang penataan monitor di meja yang jauh lebih leluasa jika menggunakan monitor LCD. Kita tidak lagi dibingungkan saat kita harus meletakkan bahan kerja di meja komputer. Bahkan, dengan menambah beberapa ratus ribu atau mungkin dengan memodifikasi alat, kita bisa meletakkan monitor LCD di tembok.

Kelebihan ketiga adalah sisi efisiensi energi. Meski sampai sekarang saya kurang begitu jelas berapa tepatnya konsumsi daya monitor LCD, tapi setidaknya monitor LCD 17″ hanya mengkonsumsi listrik sekitar 35-60 watt. Ini tentu jauh lebih hemat jika dibandingkan dengan monitor CRT 17″ yang mengkonsumsi listrik antara 70 sampai 100 watt. Jika ada 10 komputer yang menggunakan monitor CRT kemudian diganti dengan monitor LCD secara bersamaan, tinggal hitung saja, berarti ada penghematan sekitar 400 watt. Jika ke sepuluh komputer tersebut menyala selama 8 jam sehari, selama 1 bulan penuh, tinggal kalikan saja, berapa angka penghematan yang didapat: 400 x 8 x 30 = 96.000 watt dalam satu bulan!!! Berapa rupiah yang bisa dihemat? Nah.. kalau ini saya tidak begitu tahu perhitungannya.

Kelebihan keempat adalah dari sisi pancaran radiasi layar monitor ke mata. Seperti diketahui, monitor-monitor jaman dulu memancarkan radiasi yang sangat kuat dan jika dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan pada mata seperti mata lelah, mata merah dan bahkan bisa membuat orang yang sebelumnya tidak berkacamata menjadi berkacamata (seperti saya sendiri). Dengan adanya inovasi pada teknologi monitor LCD, pancaran radiasi ini dapat direduksi secara maksimal sehingga mata tidak lagi panas saat bekerja dengan monitor LCD meski dengan pengaturan brightness/contrast yang tinggi.

Di samping itu pula, meski rupiah masih lemah terhadap dolar, monitor LCD wide sudah bisa “dijangkau” jika dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Sekitar tahun 2004, monitor LCD harganya masih di atas 2.5-3jt, angka 1.7jt hanya bisa memperoleh monitor CRT 17″. Namun, sekarang tidak lagi demikian, dengan dana sekitar 1.7jt monitor LCD wide 17″ sekelas LG atau Samsung sudah bisa dinikmati.

About fauzanmm

I'm Jombis, JOMBlo mirIS

Posted on July 29, 2011, in Teknologi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Beri komentar ya !! | | | Give your comment !!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: